For NYLON Indonesia
Text by Alexander Kusuma Praja on January 17, 2017

Lewat bidikan kameranya, fotografer Deby Sucha mengajak kita mengintip transisi para remaja Jepang menuju kedewasaan dalam perayaan Seijin no Hi (Coming of Age Day). 

Ada suatu hal yang magis saat seorang anak remaja dianggap siap memasuki masa dewasa yang membuat nyaris semua kebudayaan di dunia memiliki ritual coming of age tersendiri untuk merayakan proses tersebut dengan cara masing-masing. Bagi masyarakat Jepang, hal itu adalah perayaan Seijin no Hi yang dirayakan di hari Senin kedua di bulan Januari setiap tahunnya. Pada hari itu, anak muda yang telah menginjak umur 20 tahun (usia legal di Jepang untuk ikut pemilu, minum alkohol, dan merokok) akan pergi mengikuti upacara di kantor pemerintah dan kuil setempat.

Para perempuan muda akan mengenakan furisode (sejenis kimono dengan long sleeves), zori (sendal tradisional), aksesori rambut yang elegan, dan mengecat kuku mereka untuk menjelma sebagai Yamato nadeshiko alias personifikasi dari perempuan Jepang yang ideal. Sementara yang pria memakai setelan suit & tie, walau ada beberapa yang masih memilih memakai hakama (kimono pria) tradisional. “Biasanya orang Jepang rada susah buat diminta foto, rata-rata pada nolak buat difoto tapi kalau pas Seijin no Hi semua rela difoto soalnya mereka kan udah spent banyak banget uang untuk baju kimono furisode-nya dan actually they are happy to be a one day celebrity, haha,” ujar Deby Sucha yang memotret perayaan Seijin no Hi di area Nakano dan Yoyogi, Tokyo.

Walaupun ada beberapa faktor yang membuat perayaan seumur hidup sekali ini semakin ke sini tidak seramai masa-masa sebelumnya, namun antusiasme “menjadi dewasa” tetap terasa dalam setiap perhelatannya, terutama di after parties setelah upacara formal. “Waktu kemarin aku foto-foto, beberapa cowok dan sebagian cewek langsung minum-minum whisky atau bir sampai mabuk, mungkin mereka senang banget ya udah jadi dewasa di umur 20, hehe. Biasanya habis ceremony, malamnya mereka makan-makan bareng di izakaya atau karaoke sampai pagi,” ungkap Deby lebih lanjut. Well, it’s the first step into adulthood, after all.